Efektifitas TV Commercial mulai diragukan. Para pengiklan kini melirik media tayang alternative. Rata-rata, setiap hari 5 sampai 9 TVC secara bergantian tampil menyelingi satu program acara dengan rata-rata durasi 15 sampai 30 second. TVC ini setiap hari dikonsumsi pemirsa. Dibombardir begitu, pemirsa jadi jenuh. Faktanya, mereka memindah-ganti channel dan memilih program untuk menghindar iklan.
Post-House di Indonesia
Sejak era 70-an, Indonesia sebenarnya sudah memiliki pemain di bidang post production. Kita mengenal nama Inter Studio. Sayangnya, post house tersebut tidak bisa memberikan one stop service. Sehingga banyak order yang terpaksa juga dibagi pengerjaannya dengan post house luar negeri. Selain itu, sebagai satu-satunya post house berkualitas di Indonesia, Inter Studio sering kebanjiran order. Akibatnya, banyak order yang terpaksa ngantri untuk dikerjakan di sana. Ini membuat pihak production house banyak yang tetap memilih untuk nge-post di luar negeri. Uang pun terbang ke sana.
Dramatisasi Versus Bohong
![]() |
| Djoni Kusbiono |
Kini zaman sudah berubah, pengkotakan konsumen makin bervariasi, bagaimana menyampaikan pesan iklan tentunya juga harus makin tajam sesuai target konsumen. Juga harus makin bertanggung-jawab, agar pesan iklan yang kita sampaikan tidak menyesatkan, terlebih lagi rnembohongi target konsumen.
Mengapa Thailand Bisa?
Masih segar dalam ingatan, gemuruh pesta dunia periklanan Asia Pasifik Ad Festival pada awal bulan Maret 2006 lalu. Di ajang kompetisi orang advertising ke-9 itu, JEH United Bangkok berhasil meraih penghargaan bergengsi sebagai film iklan terbaik. Gemuruh tepuk tangan para tamu undangan, dan teriakan terlontar pengakuan atas prestasi agency yang baru satu tahun berdiri itu, sekaligus penanda dominasi tuan rumah sebagai gudangnya orang iklan kreatif.
Agency Board and Director Treatment
Tidaklah terlalu sulit untuk meng-create sebuah iklan, jika produk itu memang memiliki keunikan dan hanya satu-satunya di dunia. Akan tetapi jika produk tersebut bukan satu-satunya di dunia dan harus masuk pasar yang mulai mengalami kejenuhan, maka, konsep kreatif-lah kunci suksesnya. Lantas konsep kreatif siapa? Agency dengan storyboard-nya kah? Atau director dengan director treatment dan shooting board-nya?
Subscribe to:
Posts (Atom)
